
MENGAPA Zah Rahan Krangar disebut “roh” Sriwijaya FC? Pertanyaan tersebut terjawab setelah pria kelahiran Monrovia (Liberia), 7 Maret 1988 mencetak satu gol menit ke-77’ ke gawang PSM Makassar tadi malam (11/10).
Meski hasil akhir imbang 1-1, namun satu poin away di kandang lawan cukup baik. Apalagi Juku Eja (julukan PSM) bukan tim papan bawah. Tapi, tim kelas atas yang telah mengantongi 5 trofi kampiun sejak 1957.
Gol suami Rasheeda ibarat mengulang memori 2008 lalu. Tepatnya, pada putaran I DISL I, 26 September 2008. Saat itu, Sriwijaya menang away 2-1 atas PSM. Zah Rahan menyumbang 1 gol menit ke-28’.
“Dia (Zah Rahan, red) banyak memberi inspirasi pada tim. Penampilannya bagus di laga perdana ini. Saya harap, bisa berlanjut di kandang Persiba, Rabu (14/10) nanti,” puji coach Sriwijaya, Rahmad Darmawan.
Zah memang bukan striker. Tapi, hanya seorang playmaker. Namun, the best player Liga Indonesia (Ligina) XIII edisi 2007 terbilang produktif. Musim 2007, dia mencetak 8 gol.
Sedangkan, 2008/2009, meraup 9 gol. Tapi, pemilik jersey 10 punya kemahiran lain. Sejak 2008/09 lalu, striker Sriwijaya Keith Kayamba dan Ngon a Djam (sekarang Persebaya), kerap sulit mencetak gol. Ngon sendiri hanya mencetak 2 gol away. Sementara, Kayamba tiga gol.
Tapi, peran itu diambil Zah Rahan. Buktinya, pemain berbanderol Rp1,2 M punya kebiasaan mencetak gol away. Dari 9 gol away musim 2008/2009 lalu, Zah telah meraup 5 gol away.
Adapun 5 gol away Zah musim lalu, yaitu lawan Persiba Balikpapan (18/6/08), PSM Makassar (26/9/08), PSIS (6/10/08), Pelita Jaya (9/10/08), dan Persik Kediri (23/10/08). “Saya ingin mencetak gol away lagi. Saya harap, satu gol ke kandang PSM menjadi awal gol-gol yang lain,” tukas Zah Rahan. (mg2)
sumber



0 Response to "Spesialis Gol Away"
Poskan Komentar
Silakan Berikan Komentar Anda Tentang Artikel Diatas