
SRIWIJAYA FC benar-benar ada di “zona kritis”. Alexandar Duric yang diklaim resmi mengenakan jersey Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya), sejak Rabu (14/10) lalu, ternyata tidak jadi berlabuh.
Menurut manajer tim, Hendri Zainuddin, pria kelahiran Serbia, 12 Agustus 1970 meminta fasilitas berlebihan. Yaitu sebuah apartemen yang harganya Rp1,5 juta per hari. Itu di luar kontraknya sebesar Rp1,1 M. “Itu di luar kewajaran. Jadi, kami terpaksa membatalkan kontrak dengannya,” ungkap Hendri, kemarin (27/10).
Selain apartemen, pemain Singapore Armed Force (SAF) juga meminta uang transfer sebesar Rp87 juta. Ini juga di luar dugaan. Sebab, sejak datang ke Palembang hanya ada deal soal banderol Rp1,1 M yang mencakup keseluruhan (termasuk uang transfer).
Lagi pula, Sriwijaya juga telah menyediakan dana Rp30 juta untuk menyewa rumah. Itu sudah masuk kategori rumah mewah berikut fasilitasnya. Bahkan, Sriwijaya juga sudah memberi fasilitas plus uang saku Rp8 juta untuk biaya kedatangan top skor S-League 2008 dan 2009 ke Palembang, Rabu (14/10) lalu.
Untuk keluarga Duric pun sudah direncanakan fasilitas mewah. Misalnya, anaknya akan disekolahkan ke Rising Stars Academy yang beralamat di Jl Veteran yang berstandar internasional, sesuai permintaannya. “Kami akan tuntut ganti rugi pada Ricky Nelson (agen Duric, red). Selama ini, kami telah memenuhi apa keinginannya. Ternyata, Duric malah berulah,” lanjut anggota DPRD Banyuasin dengan nada geram.
Sriwijaya juga mengancam akan menuntut bila Duric bermain di klub Indonesia musim 2009-2010 ini. Ya, Duric sendiri sudah menandatangani kontrak dan didaftarkan langsung ke PT LI. “Kami akan menuntut bila Duric masih bermain di Indonesia. Berarti ini hanya akan-akalan Duric. Kami akan bertindak tegas padanya,” pungkasnya.
Praktis, batalnya Duric membuat Sriwijaya hanya punya 4 asing saja. Yaitu Zah Rahan Krangar, Keith Kayamba Gumbs, Precious Emuejeraye, dan Obiora Richard (itupun belum pasti datang).
Sementara, batas waktu pendaftaran pemain (termasuk asing) hingga Jumat (30/10). Atau hanya menyisahkan 2 hari saja. Kondisi ini, memusingkan coach Rahmad Darmawan. “Tidak cukup waktu untuk seleksi asing. Waktunya sudah sangat mepet. Tapi, kami lagi putar otak sekarang ini,” ungkap Rahmad.
Putar otak, maksudnya ada wacana untuk merekrut pemain asing yang saat ini masih seleksi di beberapa klub Djarum Indonesia Super League (DISL) II lainnya. Misalnya, di Persik, ada 3 asing. Yaitu Urazovh Dayant dan Nazirov Mekan dari Turkmenistan.
Serta Mathew “Matt” Mayora dari Australia, yang tidak lolos seleksi di Persipura. Beberapa pemain Asia lainnya yang tidak lolos seleksi di antaranya Joel Wood dari Australia. Dia gagal berbaju Persitara. “Saya lebih baik diam dulu. Jika memang pasti deal, baru diungkapkan. Kami masih berusaha untuk melengkapi 2 asing asia,” pungkas pelatih kelahiran Metro (Lampung), 28 Desember 1966. (mg43/mg2)
sumber



0 Response to "DURIC BATAL"
Poskan Komentar
Silakan Berikan Komentar Anda Tentang Artikel Diatas